Pesantren Oase Dunia Pendidikan
Pentingnya Pendidikan Pesantren
Oleh: Hafidurrohman, S.Pd.I
Pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting dalam dunia Pesantren, oleh karena didalam pesantren seseorang akan belajar berbagai macam bidang ilmu. Lebih dari lima ratus tahun sejak era Wali Songo sejarah pesantren berperan dalam pendidikan masyarakat di Nusantara, banyak calon-calon raja dari Nusantara Timur yang berguru kepada Sunan Ampel dan Sunan Giri untuk belajar agama dan tatanegara sebelum dilantik menjadi raja. Gurutta ahmad baso menjelaskan bahwa dikemudian hari Giri Kedaton menjadi Sentra Pendidikan kaum bangsawan Timur.
Pesantren sebagai benteng pendidikan yang menjaga keilmuan islam, keilmuan yang sudah ratusan tahun tetap terjaga keorisinilan keilmuannya. Pendidikan dalam pesantren tidak hanya mengajarkan teori keilmuan namun juga sekaligus praktek dari apa yang sudah diajarkan.
Gambaran pesantren sebagai mana ungkapan :
“al ilmu bila amalin kasy-syajari bila tsamarin”
Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.
Meskipun tidak semua bisa diamalkan didalam pesantren, namun dalam teori keilmuan bahwa “tidak penting sekarang anda faham atau tidak yang penting anda pernah dengar, kepahaman akan datang seiring berjalanya proses belajar. Misalnya santri yang menghafal alqur an, apakah dia langsung faham dengan kandungan al-qur an itu, jelas tidak..! Namun kita harus meyakini bahwa menghafal al-qur an itu sudah benar dan menjadi pondasi bagi ruh dan jiwa santri. Adakah pondasi yang lebih indah dan kuat dari pada al-qur an?
Didalam pesantren seorang santri tidak hanya mendapatkan pendidikan yang menjadi fokus keilmuan pesantren dan pendidikan formalnya. Seorang santri akan secara tidak sadar mendapat pendidikan sosial budaya dan komunikasi yang baik. Yang itu akan berpengaruh kepada perkembangan santri dikemudian hari. Bisa dikatakan pesantren merupakan miniatur Indonesia atau bahkan dunia, dengan perbedaan-perbedaan yang ada, suku, bahasa, pola pikir umur dan lainya, namun bisa saling berkomunikasi dan hidup berdampingan dengan damai.
Santri Selama Dua puluh empat jam setiap hari rutinitas pendidikan berjalan, bukan hanya satu minggu, dua tiga bulan, bertahun-tahun menjalankan rutinitas yang sama dan semangat.
Ikuti Edisi selanjutnya dapat di baca di Aplikasi Google Play Book, Link dibawah ini :
