SALAM DARI ‘SALAMAN’
Oleh: Abu Yazid, S.Sy
Asalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, puji dan syukur atas berkat dan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang telah menganugerahkan kita ide-ide cemerlang dan secuil ilmu yang diberikan oleh-Nya. Kami Tim Redaksi majalah MQ Times masih dapat menyajikan karya berupa majalah Pesantren dan mempersembahkannya kepada semua civitas Santri Madrasatul Qur an dan masyarakat luas pada umumnya. Sebuah pencapaian yang cukup besar bagi kami tim majalah MQ Times, telah bisa dengan konsisten menerbitkan majalah ini tepat pada waktunya. Sehingga, pada edisi ke-12 kami dapat menerbitkan kembali Majalah MQ Times dengan mengusung tema “Rindu Bersalaman” .
Islam adalah agama yang sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Termasuk pula mengatur adab dan akhlak mulia kepada sesama manusia. Diantara akhlak islami yang mulia yang menghiasi diri kaum muslimin dan terhitung sebagai bukti atau kensekuensi persaudaraan sejati yaitu berjabat tangan ketika berjumpa. Saat bertemu dengan seseorang, kita telah terbiasa menyapanya dengan berjabat tangan atau bahkan berpelukan. Tentunya dengan tetap pada koridor syariah Islam.
Tidak beberapa lama lagi kita akan melaksanakan ibadah puasa yang diakhiri dengan hari raya Idul Fitri. Pada moment ini, biasanya berjabat tangan itu seakan sudah menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Namun penyebaran virus covid-19 telah membuat kita semua tidak bisa melakukan kontak fisik dengan orang lain, seperti berjabat tangan atau berpelukan. Hampir dua tahun lamanya.
Para ahli mengatakan bahwa pandemi ini akan tetap ada bahkan beberapa tahun kedepan, dan walaupun nantinya pandemi berakhir, atau menurun tingkatnya menjadi endemi, kehidupan new normal tetap harus diterapkan guna meminimalisir penyebaran virus, bukan hanya virus covid-19 yang kini bermutasi tapi juga virus-virus lainnya.
Hal yang cukup berseberangan dengan pendapat ahli lainnya bahwa adanya kontak fisik seperti berjabat tangan, berpelukan, bersosialisasi dan berkumpul memiliki manfaat baik dalam segi sosial, psikologis, dan biologis. Melakukan kontak fisik seperti berpegangan tangan serta berkumpul dengan sanak saudara tentunya dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan mengurangi stress. Selain itu, berjabat tangan juga merupakan suatu budaya penting yang dapat membangun solidaritas kepercayaan dengan seseorang.
Walaupun demikian, bukan berarti dengan terbatasinya kontak fisik kita dengan keluarga ataupun kerabat, ikatan batin dan rasa kedekatan itu tidak dapat kita rasakan. Perkembangan teknologi yang ada saat ini cukup banyak memfasilitasi. Membuat yang jauh tetap menjadi dekat, yang terpisah tetap erat.
Pandemi covid-19 membuat seseorang memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kesehatan dan kebersihan di sekitarnya. Namun kebiasaan bersosialisasi sebagai makhluk sosial membuat kita semua sulit untuk melakukan social distancing. Oleh karenanya, kita perlu menyeimbangkan kebiasaan lama dan kebiasaan baru. Ketika kebijakan yang mencegah kita berkumpul secara fisik akan dicabut, tentunya kita dapat berjabat tangan atau berpelukan. Namun tetap mempertahankan kebersihan kita dengan baik.
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, keselamatan dunia dan akhirat. Dan tentunya, semoga pandemi ini segera berakhir agar kita bisa menjalani kehidupan ini dengan normal dengan penuh keharmonisan. Aamiin
Ikuti Edisi selanjutnya dapat di baca di Aplikasi Google Play Book, Link dibawah ini :
