Bernegara Ala Pesantren

Oleh : HM. Syafi’I Budi S, M.E. 

Dunia sedang dalam krisis ekonomi, krisis politik, kritis kemanusiaan. Riuh pemberitaan surat kabar cetak maupun media online. perang Dunia III di depan mata. Peperangan di Ukraina, peperangan di Benua Afrika, Peperangan di Timur Tengah dan gerakan Genosida Zionis di Palestina tak ada hentinya berimbas kepada banyak negara- negara yang baru bangkit dari efek keterpurukan Virus Covid – 19.  

Dunia saat ini membutuhkan solusi dalam menyelesaikan permasalahan krisis yang terjadi. Indonesia sebagai negara yang dipandang oleh dunia mampu menyelesaikan permasalahan krisis yang terjadi. Namun semua tak terlepas dari peran pesantren yang ada di negara Indonesia. Sebagaimana pendapat KH. Hasyim Muzadi : “Dunia pesantren terus berkembang dari waktu ke waktu, pondok pesantren mulai berbenah diri dan mendapatkan tempat di kalangan pergaulan internasional.” 

Martin Van Bruinessen berpendapat bahwa pesantren adalah salah satu tradisi agung (Great Tradition) di Indonesia yang mengajarkan agama Islam. Pesantren tidak hanya menjadi landasan dalam sebuah pendidikan formal, berdirinya pesantren dilandasi asas-asas yang sesuai untuk mempertahankan sila pertama yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa, menghendaki adanya manusia yang beradab sesuai dengan sila kedua, persatuan yang menempati sila yang ketiga sudah tidak asing lagi dengan banyaknya santri dari kalangan daerah membuat sila ketiga sudah terjadi dalam pesantren, pemahaman tentang sila keempat dan kelima mendalami sebuah peran pesantren yang utama yakni tentang sebuah permusyawaratan dan keadilan sosial yang terjadi didalamnya

Negara akan terjaga keamanan dan ketenteraman selama dipegang orang saleh dan muslih menurut, Dr. KH. A. Mustai’in Syafi’I, M.Ag, Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tertua di Indonesia mampu mendidik para santri untuk menjadi warga negara yang baik. Sehingga dianggap perlu Indonesia memperkenalkan kepada dunia bahwa peran pesantren sangatlah vital dalam menjaga krisis-krisis yang terjadi di berbagai negara. Dengan fenomena dunia seperti ini kita mencoba mempertahankan dan memperkenalkan cara bernegara ala Pesantren.

Ikuti Edisi selanjutnya dapat di baca di Aplikasi Google Play Book, Link dibawah ini :

MAJALAH MQ TIMES EDISI 18

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *