Muhasabah: Perubahan Ke Arah Yang Lebih Berkualitas
MEMAHAMI KESALAHAN UNTUK MEMPEROLEH KESALIHAN
Oleh: Fuad Taufiq, M.Pd
Secara umum, kesalahan ataupun kekeliruan biasanya merujuk pada situasi di mana sesuatu itu salah, keliru, tidak tepat, ataupun salah hitung, tergantung dari konteksnya. Secara rinci, kejadian “salah” merujuk pada situasi dimana seorang individu telah melakukan kesalahan ataupun mengambil keputusan yang tidak tepat.
Moralitas adalah sesuatu yang relatif. Ada jenis moralitas lainnya yang tidak berpijak pada apa kata masyarakat. Moralitas ini muncul dari kemanusiaan kita sebagai mahluk semesta. Ia berpijak pada hukum-hukum yang menggerakkan alam semesta. Ia tidak melarang dan menjajah, melainkan merawat dan menumbuhkan.
Moralitas semacam ini hanya berisi satu hal, yakni “kehidupan“. Ketika orang menyentuh kehidupan di dalam dirinya, ia akan secara alami menghidupi moralitas ini. Perasaan damai yang lestari, dibarengi rasa welas asih terhadap semua kehidupan, akan langsung mengalir di dalam dirinya. Jika dilihat lebih dekat, hidup sejalan dengan moralitas alami inilah yang merupakan tujuan terluhur hidup manusia.
Di hadapan moralitas ciptaan masyarakat, tidak ada kesalahan yang mutlak. Yang ada adalah proses belajar terus menerus. Orang berusaha memperbaiki dirinya, tanpa pernah menyentuh kesempurnaan. Namun, sampai batas tertentu, moralitas sosial mesti dilampaui. Di hadapan moralitas alami, ada kesalahan yang bersifat mutlak. Ketika orang tenggelam dalam hidup yang dangkal, dan tak menyentuh kehidupan di dalam dirinya, maka ia telah melakukan kesalahan. Ia telah menyia-nyiakan hidupnya. Ia tenggelam pada kedangkalan dan kenikmatan semu kehidupan yang selalu berujung pada ketidakpuasan.
Penyesalan terdalam bukanlah melanggar moralitas ciptaan masyarakat. Itu semua bersifat relatif, dan terus berubah. Penyesalan terdalam adalah, ketika orang tak menggunakan hidupnya untuk menyentuh kehidupan yang lebih dalam daripada sekedar ambisi dan kenikmatan semu.
Bagaimana menyentuh moralitas alami, yakni “kehidupan” yang tidak hanya ada di dalam diri manusia, tetapi semua mahluk? Seluruh spiritualitas Asia hendak menjawab pertanyaan ini. Tujuan filsafat dan spiritualitas Asia bukanlah merayu Tuhan untuk memasukkan manusia ke surga, melainkan pembebasan manusia dari semua belenggu yang memenjara dirinya, termasuk belenggu moralitas, kemunafikan dan penderitaan.
Ada dua hal penting disini. Pertama, moralitas alami menuntut revolusi batin yang mendasar. Orang memecah ego pribadinya, dan menyentuh jati dirinya yang asli. Ketika ego pribadi lenyap, atau tertunda, orang akan sadar, bahwa ia adalah alam semesta itu sendiri.
Dua, moralitas alami menuntut orang berbalik arah. Pencarian tidak diarahkan ke luar, misalnya dalam bentuk kekuasaan, harta ataupun kenikmatan sesaat.
Kesalahan sebenarnya bisa dikategorikan menjadi empat macam, yaitu kesalahan bodoh, kesalahan sederhana, kesalahan akibat keterlibatan, dan kesalahan yang rumit.
Kesalahan bodoh misalnya menjatuhkan makanan di tempat umum, menyenggol gelas hingga tumpah, atau menggunakan pakaian terbalik. Sedangkan kesalahan sederhana misalnya kekurangan minuman saat mengadakan pesta karena tak mengantisipasi jumlah tamu. Kenapa harus belajar dari kesalahan? Sederhananya adalah agar tidak mengulangi hal yang sama. Setelahnya, Anda akan lebih bijak dan menggunakan akal untuk membuat keputusan.
Kesalahan juga akan memacu diri agar lebih baik, berfungsi sebagai peringatan, mengarahkan diri sendiri menjadi lebih kreatif, dan mempercepat perubahan. Selain mengakui kesalahan sendiri, cara belajar dari kesalahan adalah memperbaiki kesalahan.
Walhasil, untuk mendapatkan penjelasan dan uraian tentang muhasabah / instropeksi diri mengenai kesalahan demi mencapai derajat kesalehan dalam berbagai perspektif, baik dalam al-Qur’an, al-Hadits dan lain-lain, selamat membaca pada rubrik-rubrik berikutnya. Sekaligus memohon do’a kepada seluruh pembaca, Majalah MQ Times yang telah berusia satu tahun ini tetap eksis selamanya.
Ikuti Edisi selanjutnya dapat di baca di Aplikasi Google Play Book, Link dibawah ini :
